Selasa, 10 Februari 2009

Jilbab

"Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkkan khumurnya (hijab) ke dadanya...." (QS. An-Nur : 31).

Dan, 1 Muharram 1430, tahun baru Hijriyah ini adalah tahun yang sangat istimewa untuk saya karena tahun ini saya berjilbab. Pemikiran untuk memakai jilbab ini sudah ada sejak 4 tahun yang lalu sejak saya bekerja di sebuah perusahaan yang menurut saya, lokasinya berada di lingkungan yang sangat islami, walaupun pemilik perusahaannya bukanlah seorang muslim. Saya sangat senang dengan lingkungan kerja saya saat itu karena kegiatan-kegiatan rohani bisa berkembang dengan baik. Seminggu sekali,setiap jumat saat karyawan laki-laki melaksanakan sholat jumat di masjid, kami karyawan wanita mengadakan majelis pengajian untuk menyegarkan pengetahuan tentang agama Islam.  

Namun bisikan setan itu selalu menghalangi niat saya untuk menutup aurat, sebagai kewajiban seorang muslimah. Dari alasan jodoh yang belum ketemu sampai alasan karier yang akan terhalang jika saya berjilbab. Saat itu saya masih lajang dan sedang giat sekali mencari pekerjaan baru yang lebih baik. Namun, dalam hati saya terus berjanji, suatu saat nanti saya harus berjilbab.

Keinginan untuk berjilbab ini menjadi semakin kuat saat saya memutuskan untuk menikah pada Agustus 2008. Saya merasa dengan berjilbab, saya akan menjadi lebih tenang dan merasa Allah semalkin dekat. Namun, lagi-lagi alasan karier yang menahan saya untuk memakai jilbab. Dengan doa dibarengi tekat yang kuat, akhirnya saya dapat mewujudkan impian untuk berjilbab.

Banyak orang bilang, bahwa jilbabilah hatimu dulu setelah itu baru jilbabi fisikmu. Namun menurut saya, jilbab fisik ini menjadi pemacu kita untuk lebih menjilbabi hati kita. 

Semoga dengan niat yang baik ini, saya mendapatkan berkah dan pencerahan yang lebih baik dari Allah SWT untuk lebih mendekatkan diri kepada Nya.

 

Knowing is not enough, we must apply. Willing is not enough, we must do. (sebuah ungkapan manis dari Goethe).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar