Rabu, 25 Februari 2009

Manusia Listrik

Akhirnya kutemukan jawabannya…

Ada seorang teman yang sering banget merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik terutama saat tangannya menyentuh barang-barang yang mengandung logam. Penasaran juga sih, ada fenomena apa sebenarnya ??

            Saat beres-beres rumah, aku temukan majalah INTISARI lamaku edisi April 2008. Dan akhirnya aku temukan jawabannya di sebuah artikel Fenomena asuhan Prof.Yohannes Surya, PhD. Berikut penjelasannya :

Setiap benda termasuk tubuh kita terdiri atas atom-atom. Tiap atom terdiri atas elektron bermuatan positif dan inti atom bermuatan negatif. Elektron ini ada yang mudah dan ada yang sukar, tergantung dari jenis benda. Pada zat yang disebut isolator seperti plastik, karet dan manusia, elektron sukar bergerak. Sebaliknya pada konduktor, elektron  mudah bergerak. Elektron yang bergerak ini disebut arus listrik seperti yang ada pada aliran listrik dari sumber listrik ke alat-alat elektronik melalui kawat kabel.

Ketika kita berjalan diatas karpet, sepatu kita bergesekan dengan karpet. Melalui gesekan ini, elektron berpindah dari karpet ke tubuh kita. Karena elektron sukar bergerak, maka elektron akan menumpuk di dalam tubuh kita, menyebabkan tubuh kita kelebihan muatan listrik. Ketika kita menyentuh logam, maka elektron yang berlebih ini dapat keluar lewat logam menuju bumi. Nah, saat itulah kita merasakan sengatan listrik. Untuk menghilangkan sengatan listrik ini, hindarkan penumpukan muatan listrik dalam tubuh. Caranya jangan sering berjalan di atas karpet dengan sepatu karet atau jangan menggosok-gosok benda seperti plastic, karet dan isolator lainnya.  

Semoga bermanfaat.

Selasa, 10 Februari 2009

Jilbab

"Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkkan khumurnya (hijab) ke dadanya...." (QS. An-Nur : 31).

Dan, 1 Muharram 1430, tahun baru Hijriyah ini adalah tahun yang sangat istimewa untuk saya karena tahun ini saya berjilbab. Pemikiran untuk memakai jilbab ini sudah ada sejak 4 tahun yang lalu sejak saya bekerja di sebuah perusahaan yang menurut saya, lokasinya berada di lingkungan yang sangat islami, walaupun pemilik perusahaannya bukanlah seorang muslim. Saya sangat senang dengan lingkungan kerja saya saat itu karena kegiatan-kegiatan rohani bisa berkembang dengan baik. Seminggu sekali,setiap jumat saat karyawan laki-laki melaksanakan sholat jumat di masjid, kami karyawan wanita mengadakan majelis pengajian untuk menyegarkan pengetahuan tentang agama Islam.  

Namun bisikan setan itu selalu menghalangi niat saya untuk menutup aurat, sebagai kewajiban seorang muslimah. Dari alasan jodoh yang belum ketemu sampai alasan karier yang akan terhalang jika saya berjilbab. Saat itu saya masih lajang dan sedang giat sekali mencari pekerjaan baru yang lebih baik. Namun, dalam hati saya terus berjanji, suatu saat nanti saya harus berjilbab.

Keinginan untuk berjilbab ini menjadi semakin kuat saat saya memutuskan untuk menikah pada Agustus 2008. Saya merasa dengan berjilbab, saya akan menjadi lebih tenang dan merasa Allah semalkin dekat. Namun, lagi-lagi alasan karier yang menahan saya untuk memakai jilbab. Dengan doa dibarengi tekat yang kuat, akhirnya saya dapat mewujudkan impian untuk berjilbab.

Banyak orang bilang, bahwa jilbabilah hatimu dulu setelah itu baru jilbabi fisikmu. Namun menurut saya, jilbab fisik ini menjadi pemacu kita untuk lebih menjilbabi hati kita. 

Semoga dengan niat yang baik ini, saya mendapatkan berkah dan pencerahan yang lebih baik dari Allah SWT untuk lebih mendekatkan diri kepada Nya.

 

Knowing is not enough, we must apply. Willing is not enough, we must do. (sebuah ungkapan manis dari Goethe).